JAN
28

Perbanas Surabaya Gelar Workshop Kurikulum Merdeka Belajar - Kampus Merdeka

Kamis, 28 Januari 2021     Dilihat: 677

Perbanas Surabaya menggelar Workshop Kurikulum Merdeka Belajar - Kampus Merdeka, Kamis (28/01) melalui media daring Zoom. Acara ini diikuti oleh seluruh dosen pengampu matakuliah mulai jenjang diploma, sarjana maupun magister.

Merdeka Belajar - Kampus Merdeka merupakan salah satu kebijakan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kita yang baru yaitu Mas Nadiem Makarim. Dalam kebijakan barunya, eks founder GOJEK ini menerapkan Merdeka Belajar - Kampus Merdeka. Salah satu kebijakan dalam program Merdeka Belajar - Kampus Merdeka adalah hak mahasiswa untuk belajar diluar prodinya selama 3 semester.

Perbanas Surabaya merespon kebijakan kurikulum baru ini dengan mengadakan Workshop Kurikulum MBKM. Tujuan diselenggarakanya acara ini adalah sebagai sosialisasi kebijakan baru dan mempersiapkan dosen untuk pelaksanaan MBKM. Diterapkanya kebijakan MBKM ini otomatis kurikulum yang lama harus disesuaikan agar selaras dengan pelaksanaan MBKM. 

Penyusunan kurikulum MBKM ini disesuaikan dengan KKNI, kemudian dirumuskan melalui Capaian Pembelajaran (CPL). Perumusan CPL yang lama ditijnau ulang dan disesuaikan dengan matakuliah perinci dari program studi. Selanjutnya hasil dari perumusan CPL dimatrikkan sampai jadilah kurikulum MBKM.

Workshop Kurikulum MBKM ini dipimpin langsung oleh Ketua Bagian Akademik Stie Perbanas Surabaya,Bapak Emanuel Kristijadi. Menurutnya, ada empat kebijakan yang diusung program kampus merdeka, yakni sistem akreditasi perguruan tinggi, hak belajar selama 3 semester di luar prodi, pembukaan prodi baru, dan kemudahan untuk menjadi PTN-BH. Sementara itu, ada 8 kegiatan yang mendukung proses pelaksanaan kampus merdeka, yakni mahasiswa melakukan magang, mahasiswa membangun desa, mahasiswa mengajar, pertukaran mahasiswa, mahasiswa melakukan riset, mahasiswa berwirausaha, mahasiswa melakukan program kemanusiaan, dan mahasiswa membuat project independen.

Pemateri dalam Workshop ini adalah Prof Tatik Suryani, yang mana beliau adalah Salah satu dosen di Perbanas Surabaya sekaligus beliau menjabat sebagai Staf Ahli di LLDIKTI Wilayah Surabaya.

Prof Tatik Suryani dalam materinya menyampaikan bahwa kurikulum MBKM harus segera terwujud, karena ini akan menjadi penilaian kesiapan kampus dalam menghadapi kebijakan baru dari Kementrisn Pendidikan dan Kebudayaan. Kurikulum ini sendiri nantinya akan diterapkan di semester depan. Dengan mempersiapkan kurikulum sedini mungkin, diharapkan kurikulum ini mampu menjadikan mahasiswa lulusan perguruan tinggi lebih siap bersaing di dunia kerja. (yudha/hms).

The Leading Business and Banking School



Dapatkan Informasi Disini