AGU
27

STIE Perbanas Surabaya Raih Peringkat Pertama Sekolah Tinggi Terbaik di Indonesia 2018 & 2019

Selasa, 27 Agustus 2019     Dilihat: 3771

Berdasarkan siaran pers ristekdikti.go.id, pada Jumat, 16 Agustus 2019, STIE Perbanas Surabaya tahun 2019 berhasil berada di peringkat 67 dari 2.141 perguruan tinggi di bawah naungan Kemenristekdikti. Peringkat itu lebih baik dari tahun sebelumnya, yakni naik 3 peringkat dari semula berada di peringkat 70. Artinya, STIE Perbanas Surabaya kini berada diperingkat Pertama Sekolah Tinggi Terbaik di Indonesia tahun 2018 dan 2019. Perolehan ini menjadikan STIE Perbanas Surabaya sebagai perguruan tinggi di klaster 2.

Menurut Kemenristekdikti, klasterisasi ini dilakukan untuk memetakan perguruan tinggi Indonesia yang berada di bawah naungan Kemenristekdikti guna meningkatkan kualitas perguruan tinggi sekaligus menjadi dasar bagi Kemenristekdikti untuk memberikan kebijakan sesuai kapasitas setiap klaster perguruan tinggi tersebut.

”Tujuan kami ingin mendorong perguruan tinggi Indonesia semakin maju dan masuk ke kelas dunia. Dorongan ini menjadi sangat penting. Kalau kita sudah sampaikan ini, kita bisa lakukan pemetaan. Tujuannya pemetaan perguruan tinggi Kemenristekdikti bagaimana membuat kebijakan masing-masing yang ada di perguruan tinggi nanti, supaya nanti ke depan kita bisa mewujudkan perguruan tinggi berkualitas,” ungkap Menteri Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir dilansir dari ristekdikti.go.id.

Pada kesempatan tersebut, Mohamad Nasir kembali menegaskan bahwa tidak ada dikotomi antara perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS). Menurutnya, yang terpenting suatu perguruan itu adalah kualitasnya. Bahkan, Menristekdikti turut mengapresiasi sejumlah Perguruan Tinggi Swasta mampu bersaing dengan PTN dan berada pada klaster 2.

Berdasarkan Siaran Pers Kemenristekdikti Nomor: 147/SP/ HM/BKKP/VIII/2019, Pemeringkatan Perguruan Tinggi 2019 berfokus pada indikator atau penilaian yang berbasis Output – Outcome Base, yaitu dengan melihat Kinerja Masukan dengan bobot 40 % yang, meliputi kinerja Input (15%) dan Proses (25%), serta Kinerja Luaran dengan bobot 60% yang, meliputi Kinerja Output (25%) dan Outcome (35%). Penambahan indikator baru tersebut sebagai upaya agar perguruan tinggi dapat secara aktif merespon perkembangan zaman, terutama revolusi industri keempat dan kebutuhan tenaga kerja. (humas)

The Leading Business and Banking School



Dapatkan Informasi Disini