JUN
10

Gandeng AACIM, Prodi Magister Manajemen STIE Perbanas Surabaya Ajak Konsumen Bijak Berbelanja

Rabu, 10 Juni 2020     Dilihat: 1173

Bersiap di masa transisi new normal pademi Covid 19, insituti pendidikan berkegiatan berbeda dari biasanya. Hal ini seperti yang dilakukan oleh Program Studi Magister Manajemen STIE Perbanas Surabaya berperan sebagai Host untuk acara Webinar Series 3 bertajuk ”Strategi Pemasaran dan Perilaku Konsumen Era Pandemi”. Acara ini terealisasi berkat kerja sama antara Prodi Magister Manajemen STIE Perbanas Surabaya dengan Asian Association for Consumer Interests and Marketing (AACIM) yang berlangsung secara online (live Youtube dan Zoom) pada Rabu, 10 Juni 2020. Lebih dari 250 peserta skala nasional terlibat yang berasal dari berbagai profesi mulai dari, dosen, praktisi, hingga mahasiswa.

Ketua STIE Perbanas Surabaya, Dr. Yudi Sutarso, S.E., M.Si., menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada AACIM atas kepercayaan yang diberikan. ”Kegiatan ini menjadi sebuah kehormatan untuk ikut berpartisipasi dalam upaya pengkajian dan edukasi dalam rangka memberdayakan konsumen yang sesuai dan selaras dengan visi kita bersama,” terangnya dalam sambutan.

Lanjut Yudi, semua pihak perlu mengingat kondisi lingkungan utamanya bisnis dan konsumen di Indonesia bahwa pandemi covid 19 merubah banyak hal. Terbukti dari hal yang sangat praktis dalam perilaku keseharian, yaitu cara membeli produk, membayar, dapat produk, hingga konsep pemasaran yang lebih strategis. Selain itu, kebijakan harga, kebijakan distribusi, mapun mempromosikan produk, semuanya membutuhkan pengkajian dari pebisnis maupun konsumen agar semua bisa bertransformasi dalam sikap dan perilaku selama pandemi. ”Mudah-mudahan acara ini, memberikan pencerahan tentang bersikap dan berperilaku sebagai pebinis dan konsumen dalam masa saat ini,” harapnya.

Salah satu narasumber, Prof. Dr. Tatik Suryani, Psi., M.M., menyampaikan Panic Buying Behavior tidak banyak dikaji dalam kajian akademik. Biasanya, kajian perilaku konsumen lebih banyak berfokus pada Normal Buying Behavior dan Impulse Buying Behavior. Hal yang memprihatinkan Panic Buying ini berdampak sosial maupun ekonomi. Saat pandemi covid 19, Panic Buying banyak ditemukan di berbagai negara, meliputi: Hongkong, Australia, Tokyo, Amerika, Malaysia, termasuk Indonesia. ”Panic Buying ini tentu merugikan masyarakat sehingga dibutuhkan solusi yang tepat,” paparnya.

Menurutnya, ada tiga pihak yang berperan penting dalam memberikan solusi ini, yaitu: Pemerintah, Pengusaha, maupun Konsumen. Pihaknya pun turut mengajak segenap konsumen agar bijak dalam berbelanja. ”Marilah kita semuanya sebagai konsumen agar menjadi konsumen yang bijak. Become more empathetic customer is part of valuable contribution in pandemi covid 19,” ajaknya

Adapun narasumber yang bergambung dalam acara itu, antara lain: Dr. Zeffry Alamsyah, Agus Masrianto, MM, Dr. Suprehatin, Dr. Akhmad Edhy Aruman, dan Hera Laxmi Devi Septiani, M.Si., M.Comn. (hms)

 

The Leading Business and Banking School



Dapatkan Informasi Disini