MEI
10

Covid-19: Tingkatkan Penjualan ala Mahasiswa

Minggu, 10 Mei 2020     Dilihat: 831

Berawal dari semakin banyaknya pertanyaan mahasiswa tentang kerisauan terkait penjualan dalam kewirausahaan. Justru bukan lagi akan menurun tetapi bahkan sudah dirasakan menurun. Bahkan sangat menurun omzet penjualannya.

Berikut pertanyaan tersebut “….Bagaimana kita bisa meningkat penjualan ini? sementara orang-orang diluar sana sudah berusaha mengurangi pengeluarannya karena sudah tidak lagi memiliki pendapatan dampak sudah dirumahkan bahkan sudah tutup usaha karena tidak ada lagi pelanggan yang menyentuh barangnya? Bahkan kecenderungan masyarakat saat ini lebih berhati-hati membelanjakan uangnya agar bisa berhemat dan cukup untuk kehidupan dimasa yang akan datang….”

Saat ini, mulai terasa bahwa ilmu yang diajarkan selama ini tentang strategi penjualan perlu diterapkan. Mereka harus yakin bahwa mereka bisa menyelesaikan masalah yang tengah merebak pada masa pandemi Covid 19. Strategi penjualan juga pernah dipelajari baik dari buku dan berbagai pengalaman cerita dari ayahnya ang pebisnis klasik. Ada dua jurus dalam melakukan penjualan yaitu Jurus Rainbow dan Jurus Sniper.

Dulu jurus Rainbow dikenal orang sebagai cara alami yang pasti akan dilakukan orang dalam menjual produknya. Penjualan jenis ini dapat memberondong semua orang siapa saja asalkan orang tahu tentang produknya. Ini terlepas apakah itu terkait dengan kebutuhannya atau tidak. Ini juga tidak melihat karakteristik produk bahkan karakteristik konsumen.

Jurus Sniper diperkenalkan sebagai jurus modern karena jurus ini untuk menjalankan strategi memerlukan pemahaman lebih dalam produk yang akan dijual. Termasuk pemahaman tentang pasar yang akan dituju. Intinya kita harus memahami karakteristik konsumen. Dengan demikian, kita bisa launching produk ke pasar tepat sasaran.

Misalkan, jika kita menjual aneka baju muslim wanita terkini, maka target pasarnya adalah seorang wanita muslim yang fashionable bukan sekedar wanita muslimah saja. Dengan begitu, strategi menjual ini dirasakan lebih tepat bagi mahasiswa yang notabene sebagai pebisnis pemula rentan ‘putus asa. Jika ditolak konsumen, apalagi penolakan yang berkali-kali, mereka mungkin lebih sakit dibandingkan ditolak mantan pacarnya.

Pandemi Covid 19 membawa kondisi berbeda bagi mahasiswa. Masa indahnya bertemu teman, kerabat dan masyarakat umum terhalang oleh social distancing yang harus dilakukan. Itu sebabnya, ada batasan-batasan fisik dirasakan akan mengganggu aktifitas bisnisnya. Mahasiswa tidak lagi dapat melihat karakteristik konsumennya dengan baik. Misalnya untuk untuk menjalankan bisnis cara Sniper akan terganjal oleh waktu.

Sementara penjualan harus terus ditingkatkan dalam waktu yang tidak lama. Seorang pebisnis apalagi masih mahasiswa harus tangguh menghadapi kondisi mikro maupun makro. Ini disebabkan karena mereka masih muda memiliki banyak energi dan semangat yang ukup kuat untuk terus mengembangkan sayap bisnisnya.

Apa yang bisa dilakukan dalam kondisi saat ini? Dua strategi diatas bisa dilakukan, memulai dengan strategi Rainbow yaitu memberondong pasar dengan informasi produk kita menggunakan media sosial yang menjadi media utama dimasa ini untuk menentukan target pasar produk kita.

Mengkomunikasikan produk yang kita pasarkan dengan meminta ulasan atau respon konsumen akan lebih dapat membangun target pasar kita. Setelah tebentuk target pasar dari ulasan konsumen maka strategi Sniper bisa dijalankandengan membangun konsumen menjadi pelanggan bahkan pelanggan setia.

Kiat jitu menjalankan strategi di atas adalah : 1). Perkuat Komunitas, kita yakin mahasiswa pasti punya banyak komunitas bahkan semua pasti sudah dibuat WAG ini pasar kita. 2) Ciptakan promosi yang tepat, hal ini untuk menarik perhatian agar produk kita menarik untuk dilihat dibandingkan produk lain. Promotin sales strategymisalkan dengan bahasa lebih hemat, lebih efisien, efektif atau jika dimungkinkan dengan hadiah atau diskon tentu saja dengan penghitungan keuangan manajemen yang cermat dan disebar melalui media yang mudah diakses di smartphone. Saat ini, media tersebut banyak digunakan masyarakat.

3)Buat cara penjualan yang kreatif, tantangan kreatifitas mahasiswa untuk bisa lebih kreatif dibanding pesaing, misalkan : gunakan bahasa bombastis tetapi tetap sopan, buat video yang menarik dan mudah dipahami, tidak menginformasikan produk secara eksplisit tetapi melalui cerita video atau prolog yang disesuaikan dengan suasana saat ini bahkan dengan video lucu juga akan dicari konsumen saat ini untuk meingkatkan imun.

Dan terakhir 4). Jangan Panik apalagi sampai berhenti menjual. Karena berhenti menjual berarti anda akan sedih, kecewa bahkan putus asa, hal tersebut akan menurunkan imun kita. So.. tetap beraktifitas dengan segala keyakinan bahwa masa ini akan berlalu dan kembali kita bayangkan dan prediksikan bahkan sudah diperhitungkan dengan matang jika nanti usaha kita maju dan sukses. Berhenti, diam dan sedih tidak menghasilkan apa-apa dan ingat bahwa sejarah kehidupan terus melaju dan bervariasi, keragaman itulah sisi tantangan kita untuk menciptakan pengalaman bahwa ‘kita sudah melampau tantangan itu…’ dan yakin itu akan memperkuat semangat dan usaha kita tetap terus melaju. .. tetap semangat dan berkreasi. (*)

 

Penulis: 

Dra. Ec. Aniek Maschudah Ilfitriah, M.Si
Dosen Kewirausahaan dan Ekonomi Makro STIE Perbanas Surabaya

 

Dipublikasikan di Indonesiapos.news

Minggu, 10 Mei 2020

Sumber: https://indonesiapos.news/covid-19-tingkatkan-penjualan-ala-mahasiswa/

The Leading Business and Banking School



Dapatkan Informasi Disini