STIE Perbanas Surabaya

Menu
Jumat, 14 Desember 2018 09:00

Kuliah Umum ”Peran IT dalam Menunjang Bisnis Perbankan”

Fenomena di zaman digital berdampak ke hampir semua sektor usaha. Jenis-jenis usaha yang bersifat jasa nantinya bisa dialihkan bahkan digantikan dengan teknologi. Menjawab tantangan itu, Program studi Sarjana Manajemen STIE Perbanas Surabaya berinisiatif untuk menyiapkan lulusannya dengan pemahaman konsep digital di dunia perbankan. Hal tersebut direalisasikan dengan program Kuliah Umum yang bertajuk ”Peran IT dalam Menunjang Bisnis Perbankan.”
 
Bertempat di Auditorium Hall A Kampus 1, acara ini diikuti oleh mahasiswa jurusan manajemen khususnya perbankan. Pemateri yang dihadirkan pun seorang President Director Bank Amar Indonesia bernama Tuk Yulianto, S.H., M.M. Acara yang dimoderatori oleh Anggraeni, S.E., M.M., ini berlangsung selama 2 jam.
 
Saat perkuliahan umum berlangsung, mahasiswa diberikan pemahaman bahwa bisnis perbankan saat ini sedang berada di era transformasi dari konvensional menuju digital banking. Dalam kurun waktu 1 dekade, sekitar 30% profesi perbankan diperkirakan akan berkurang. Kedepan,beberapa hal yang diharapkan dari sebuah bisnis perbankan adalah pelayanan perbankan secara digital yang tidak harus antri saat melakukan setoran tunai atau mengambil uang.
 
“Ancaman besar yangg saat ini terjadi pada dunia perbankan yaitu pelayanan bank secara digital. IT saat ini bukan hanya untuk menunjang suatu bank, namun sangat menentukan going concern suatu bank” ujar Tuk Yulianto.
 
Lebih lanjut, Tuk Yulianto, S.H., M.M., menjelaskan permasalahan perbankan saat ini ada 2 komponen. Pertama, demanded customer dimana di era sekarang nasabah ingin semua serba mudah, tidak perlu antri saat berada di bank. Tuntutan bagi bank yaitu bagaimana membuat customer merasa terlayani dengan baik dan tepat. Berikutnya, adanya persaingan semakin tajam dimana persaingan tidak hanya antar-bank, namun juga dengan lembaga non-keuangan.“Apabila suatu bank tidak mampu beradaptasi dengan kemampuan IT maka bank itu akan mati,jelasnya kepada mahasiswa, Kamis, 13 Desember 2018.
Perlu diketahui, berdasarkan data Bank Amar Indonesia, ketika mereka menggunakan kredit secara konvensional pertumbuhan kredit hanya 500jt. Akan tetapi, ketika kredit menggunkan konsep digital, dalam kurun 1 bulan, mereka berpotensi memberikan kredit sebesar 150M.
 
Tuk Yulianto pun menegaskan, meski banyak keuntungan yang diperoleh demgamkeberadaan IT, namun potensi risikonya pun relatif tinggi menyertainya. Bahkan, dengan semakin pesatnya pertumbuhan IT, nantinya kebutuhan tenaga kerja akan bergeser menjadi kebutuhan teknologi. Para calon lulusan ini tidak perlu khawatir karena sudah memiliki bekal dan konsep perbankan yang matang tinggal dikembangkan dengan teknologi. ”Untuk itu, kita sebagai mahasiswa harus menambah kemampuan dalam bidang IT,” tegasnya. (Ayu.r)
Login to post comments

Alamat Kampus

  • Kampus 1: Jl. Nginden Semolo 34-36 Surabaya
  • Kampus 2: Jl. Wonorejo Timur 16 Surabaya
  • Telp. 031-5947151, 031-5947152 Fax. 031-5935937
  • Hotline Telp/SMS/WA: 0858 9597 9800
  • email: [email protected]
Anda disini: Beranda