STIE Perbanas Surabaya

Menu

TRACER STUDY

Indikator dari system pendidikan tinggi yang baik dimana system yang digunakan untuk pengukuran kualitas output dari pendidikan itu sendiri memang memiliki banyak indicator, salah satunya adalah Tracer Study yang merupakan  survey “follow up”dari Alumni mengenai lulusan STIE Perbanas Surabaya.. Hal-hal yang dapat diukur menentukan kualitas alumni diantaranya yaitu pencapaian kompetensi, problem yang dihadapi dalam hal persebaran alumni, respon pengguna, akselerasi karier, serta hal-hal yang meliputi keselarasan maupun ketidakselarasan karier antara kualitas alumni dengan kualitas yang diharapkan oleh perguruan tinggi. Studi ini menyediakan berbagai informasi yang bermanfaat bagi kepentingan evaluasi hasil pendidikan dan selanjutnya dapat digunakan untuk penyempurnakan dan penjamin kualitas pendidikan di STIE Perbanas Surabaya.
Adapun manfaat dari Tracer Study sebenarnya tidak terbatas pada STIE Perbanas Surabaya saja, tetapi lebih jauh lagi dapat memberikan informasi penting mengenai hubungan (link) antara STIE Perbanas Surabaya dengan Dunia Industri (DUDI). Bagi STIE Perbanas Surabaya, Tracer study dilakukan untuk mendapatkan manfaat sebagai berikut :
·         Sebagai database alumni yang terdata berdasarkan Program Studi (Prodi)
·         Sebagai masukan/informasi penting bagi pengembangan perguruan tinggi
·         Sebagai alat evaluasi untuk melihat relevansi antara perguruan tinggi dan DUDI
·         Sebagai masukan bagi perbaikan kinerja dosen dan staff administrasi
·         Sebagai masukan bagi perbaikan kurikulum
·         Sebagai bahan evaluasi untuk mengikuti akreditasi internasional
·         Sebagai bahan untuk membangun jaringan/network alumni
 
Pelaksanaan Tracer Study ini tidak berjalan dengan sendirinya, namun terdiri dari beberapa tahapan dan peranan beberapa komponen. Komponen yang dimaksud adalah pelaksana Tracer Study ini diketuai oleh Kepala Perbanas Career Centre (PCC), Ketua membawahi Sekretaris dan beberapa anggota peneliti. Selain itu juga di kerahkan tim surveyor, yang terdiri dari beberapa alumni yang angkatannya sama dengan responden dengan tujuan agar lebih dekat dan lebih dikenal oleh responden serta beberapa mahasiswa magang yang telah dibekali dengan teknik-teknik pencarian data. Pelaksanaan Tracer Study ini juga berada dibawah tanggung jawab
 
 
Wakil Ketua Bidang III kerjasama dan alumni. 
Tracer study ini seharunya menggunakan metode sensus, namun kendala yang dialami oleh para surveyor adalah sulitnya memperoleh kontak person alumni baik alamat rumah maupun alamat email dan nomor telephone yang sering berganti-gant. Namun tim surveyor pantang menyerahh untuk terus menggali data menggunakan instrument kuesioner untuk memperoleh data. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner online dengan menggunakan Google form serta secara offline dengan mewawancarai dan memberikan kuesioner secara langsung kepada responden melalui berbagai kegiaan di Perbanas Career Centre (PCC) seperti Magang Mandiri, Job Fair, Campus Hiring. Dengan menggunakan surveyor yang seangkatan dengan respondennya, harapan kami dapat lebih meningkatkan response rate dari penelitian ini.
 
Dengan pertimbangan manfaat yang cukup besar, PCC berkomitmen terus melaksanakan penelitian ini setiap tahun dengan lebih baik dan lebih baik lagi.
Berikut adalah ringkasan dari laporan :
I.       
          I.  TRACER STUDY ALUMNI
Target Tracer Study tahun 2017 ini adalah Alumni STIE Perbanas Surabaya yang sudah diwisuda pada periode 1 dan 2 tahun 2015, prodi Magister Management, S1 Manajemen, S1 Akuntansi, D3 Keuangan dan Perbankan, D3 Akuntansi. Adapun untuk S1 Ekonomi Islam yang masih baru, belum memiliki alumni.
 
Dilihat dari perolehan data, Tracer Study 2017 ini mengalami kenaikan, namun apabila diperbandingkan dengan prosentasi jumlah lulusan, masih jauh dari yang seharusnya didapatkan.
a.  Pilihan pekerjaan yang menerima lulusan adalah : status lulusan yang belum bekerja sebesar (15%), sedangkan lulusan yang sudah bekerja sebesar (85%) dengan sebaran pegawai sebagai beriku, pegawai tetap yaitu sebesar 51.2%, pegawai kontrak sebesar 38.1%, dan pegawai outsorcing sebesar 10.7%. Tingginya angka status belum bekerja salah satu penyebabnya adalah selesai kontrak dan masa transisi pindah kerja/tempat kerja baru.
b.  Perpindahan Pekerjaan: Sebanyak 61% lulusan pernah pindah pekerjaan dalam kurun waktu 2 tahun. Sedangkan 39% tidak pernah pindah kerja
c.  Waktu Pencarian Pekerjaan: Sebanyak 57% lulusan sudah mulai mencari kerja sebelum lulus, 29% mulai mencari kerja 1 bulan setelah lulus, 4% mencari kerja selama 2 bulan setelah lulus, 3% mulai mencari kerja selama 3 bulan setelah lulus. Sedangkan hanya 7% yang mulai mencari kerja 4 bulan setelah lulus.
d.Gaji pertama : Untuk posisi staf kebanyakan lulusan memperoleh gaji take home pay pertama antara Rp  3 juta- 5  juta sebesar (44%), untuk gaji antara Rp 1 juta – Rp 3juta sebesar (42%), dan kurang dari Rp 1juta sebesar 3%. Sedangkan pada posisi midle (manajer), gaji yang diterima antara Rp 5 juta – Rp 7,5  sebesar 8%. Sedangkan hanya 3 % menerima gaji di atas Rp 10 juta.
e.Masa tunggu lulusan : Sebanyak 25% lulusan 2014 telah mendapat kan pekerjaan kurang dari 1 bulan, 13% mendapatkan pekerjaan sebelum 2 bulan, 11% mendapatkan kerja kurang dari 3 bulan, 11% mendapat kan kerja kurang dari 4 bulan, 40% mendapatkan kerja lebih dari 4 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus.
f.  Cara mendapatkan pekerjaan : Para lulusan mendapatkan pekerjaan mereka paling banyak dilakukan dengan cara melamar secara langsung dengan prosentase sebesar 60%, melalui kegiatan job fair baik di dalam kampus maupun di luar kampus sebesar 32%, melalui koneksi orang tua / keluarga sebesar 7%, melalui Perbanas Carreer Center (1,55%). Lulusan STIE Perbanas juga merupakan lulusan yang cepat memulai mencari kerja.
Lulusan STIE Perbanas lebih banyak menduduki posisi sebagai staf sebesar 89%, sedangkan untuk level middle seperti manajer hanya sekitar 11% .

II.         PENGGUNA DUNIA INDUSTRI (DUDI)
Tracer study dari sisi pengguna tahun ini dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada pengguna mengenai beberapa hal yang terkait penilaian kinerja lulusan. Terdapat 16 hal yang terkait dengan penilaian lulusan di mata pengguna. 
Setiap pertanyaan dinilai oleh pengguna dari sisi tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan. Tingkat kepentingan menunjukkan penilaian pengguna apakah kriteria tertentu mengenai lulusan tersebut dianggap penting oleh pengguna atau tidak. Tingkat kepuasan menunjukkan sudut pandang pengguna apakah lulusan memberikan kinerja yang baik terkait dengan kriteria tertentu.
 
Survey kepuasan pengguna ini dilaksanakan dengan perolehan responden yang didapat sebanyak 52 (Lima puluh dua) RESPONDENBerdasarkan penjelasan tracer study tahun ini bahwa kejujuran merupakan kriteria yang perlu mendapat perhatian lebih karena merupakan prioritas pertama bagi semua pengguna (perbankan, pemerintah, BUMN dan lain-lain). Akan tetapi, ternyata nilai kejujuran belum memenuhi harapan semua pengguna. Hal ini bisa diatasi dengan adanya pemberian hukuman bagi mahasiswa yang ketahuan tidak jujur.
 
Nilai kedisiplinan juga perlu diperhatikan karena belum memenuhi harapan pengguna (kecuali pemerintah). Nilai profesionalisme juga masih belum memenuhi harapan bagi semua pengguna. Nilai etika juga belum memenuhi harapan semua pengguna. Nilai kedisiplinan, profesionalisme dan etika dapat ditingkatkan dengan pemberian peraturan yang lebih tegas bagi mahasiswa.
 
Untuk penilaian kriteria bagi pengguna perbankan perlu diperhatikan lebih lanjut karena semua kriteria berada di bawah harapan pengguna. Untuk pengguna dari sisi pemerintah, 50% kriteria telah memenuhi harapan pengguna dan sisanya masih belum memenuhi harapan pengguna. Bagi pengguna BUMN dan lain-lain (selain perbankan, pemerintah dan BUMN) sudah lebih dari 50% kriteria yang memenuhi harapan pengguna. Perbanas Career Centre berharap hasil penelitian periode 2017 ini dapat memberikan kontribusi dan masukan bagi semua pihak, khususnya STIE Perbanas Surabaya sebagai lembaga pendidikan di dalam merancang program dan kurikulum serta menciptakan lingkungan akademis maupun non akademis yang lebih mendukung terciptanya lulusan yang berkualitas dari segi hard skill, soft skill dan life skill.

Indikator dari system pendidikan tinggi yang baik dimana system yang digunakan untuk pengukuran kualitas output dari pendidikan itu sendiri memang memiliki banyak indicator, salah satunya adalah Tracer Study yang merupakan  survey “follow up”dari Alumni mengenai lulusan STIE Perbanas Surabaya.. Hal-hal yang dapat diukur menentukan kualitas alumni diantaranya yaitu pencapaian kompetensi, problem yang dihadapi dalam hal persebaran alumni, respon pengguna, akselerasi karier, serta hal-hal yang meliputi keselarasan maupun ketidakselarasan karier antara kualitas alumni dengan kualitas yang diharapkan oleh perguruan tinggi. Studi ini menyediakan berbagai informasi yang bermanfaat bagi kepentingan evaluasi hasil pendidikan dan selanjutnya dapat digunakan untuk penyempurnakan dan penjamin kualitas pendidikan di STIE Perbanas Surabaya.

Adapun manfaat dari Tracer Study sebenarnya tidak terbatas pada STIE Perbanas Surabaya saja, tetapi lebih jauh lagi dapat memberikan informasi penting mengenai hubungan (link) antara STIE Perbanas Surabaya dengan Dunia Industri (DUDI). Bagi STIE Perbanas Surabaya, Tracer study dilakukan untuk mendapatkan manfaat sebagai berikut :

·         Sebagai database alumni yang terdata berdasarkan Program Studi (Prodi)

·         Sebagai masukan/informasi penting bagi pengembangan perguruan tinggi

·         Sebagai alat evaluasi untuk melihat relevansi antara perguruan tinggi dan DUDI

·         Sebagai masukan bagi perbaikan kinerja dosen dan staff administrasi

·         Sebagai masukan bagi perbaikan kurikulum

·         Sebagai bahan evaluasi untuk mengikuti akreditasi internasional

·         Sebagai bahan untuk membangun jaringan/network alumni

Pelaksanaan Tracer Study ini tidak berjalan dengan sendirinya, namun terdiri dari beberapa tahapan dan peranan beberapa komponen. Komponen yang dimaksud adalah pelaksana Tracer Study ini diketuai oleh Kepala Perbanas Career Centre (PCC), Ketua membawahi Sekretaris dan beberapa anggota peneliti. Selain itu juga di kerahkan tim surveyor, yang terdiri dari beberapa alumni yang angkatannya sama dengan responden dengan tujuan agar lebih dekat dan lebih dikenal oleh responden serta beberapa mahasiswa magang yang telah dibekali dengan teknik-teknik pencarian data. Pelaksanaan Tracer Study ini juga berada dibawah tanggung jawab Wakil Ketua Bidang III kerjasama dan alumni.

Tracer study ini seharunya menggunakan metode sensus, namun kendala yang dialami oleh para surveyor adalah sulitnya memperoleh kontak person alumni baik alamat rumah maupun alamat email dan nomor telephone yang sering berganti-gant. Namun tim surveyor pantang menyerahh untuk terus menggali data menggunakan instrument kuesioner untuk memperoleh data. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner online dengan menggunakan Google form serta secara offline dengan mewawancarai dan memberikan kuesioner secara langsung kepada responden melalui berbagai kegiaan di Perbanas Career Centre (PCC) seperti Magang Mandiri, Job Fair, Campus Hiring. Dengan menggunakan surveyor yang seangkatan dengan respondennya, harapan kami dapat lebih meningkatkan response rate dari penelitian ini.

Dengan pertimbangan manfaat yang cukup besar, PCC berkomitmen terus melaksanakan penelitian ini setiap tahun dengan lebih baik dan lebih baik lagi.

Berikut adalah ringkasan dari laporan :

I.                   TRACER STUDY ALUMNI

Target Tracer Study tahun 2017 ini adalah Alumni STIE Perbanas Surabaya yang sudah diwisuda pada periode 1 dan 2 tahun 2015, prodi Magister Management, S1 Manajemen, S1 Akuntansi, D3 Keuangan dan Perbankan, D3 Akuntansi. Adapun untuk S1 Ekonomi Islam yang masih baru, belum memiliki alumni.

Response Rate alumni tahun 2016 & 2017

Dilihat dari perolehan data, Tracer Study 2017 ini mengalami kenaikan, namun apabila diperbandingkan dengan prosentasi jumlah lulusan, masih jauh dari yang seharusnya didapatkan.

a.    Pilihan pekerjaan yang menerima lulusan adalah : status lulusan yang belum bekerja sebesar (15%), sedangkan lulusan yang sudah bekerja sebesar (85%) dengan sebaran pegawai sebagai beriku, pegawai tetap yaitu sebesar 51.2%, pegawai kontrak sebesar 38.1%, dan pegawai outsorcing sebesar 10.7%. Tingginya angka status belum bekerja salah satu penyebabnya adalah selesai kontrak dan masa transisi pindah kerja/tempat kerja baru.

b.    Perpindahan Pekerjaan: Sebanyak 61% lulusan pernah pindah pekerjaan dalam kurun waktu 2 tahun. Sedangkan 39% tidak pernah pindah kerja

c.    Waktu Pencarian Pekerjaan: Sebanyak 57% lulusan sudah mulai mencari kerja sebelum lulus, 29% mulai mencari kerja 1 bulan setelah lulus, 4% mencari kerja selama 2 bulan setelah lulus, 3% mulai mencari kerja selama 3 bulan setelah lulus. Sedangkan hanya 7% yang mulai mencari kerja 4 bulan setelah lulus.

d.   Gaji pertama : Untuk posisi staf kebanyakan lulusan memperoleh gaji take home pay pertama antara Rp  3 juta- 5  juta sebesar (44%), untuk gaji antara Rp 1 juta – Rp 3juta sebesar (42%), dan kurang dari Rp 1juta sebesar 3%. Sedangkan pada posisi midle (manajer), gaji yang diterima antara Rp 5 juta – Rp 7,5  sebesar 8%. Sedangkan hanya 3 % menerima gaji di atas Rp 10 juta.

e.    Masa tunggu lulusan : Sebanyak 25% lulusan 2014 telah mendapat kan pekerjaan kurang dari 1 bulan, 13% mendapatkan pekerjaan sebelum 2 bulan, 11% mendapatkan kerja kurang dari 3 bulan, 11% mendapat kan kerja kurang dari 4 bulan, 40% mendapatkan kerja lebih dari 4 bulan. Hal ini menunjukkan bahwa lulusan masih mengalami kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan setelah lulus.

f.     Cara mendapatkan pekerjaan : Para lulusan mendapatkan pekerjaan mereka paling banyak dilakukan dengan cara melamar secara langsung dengan prosentase sebesar 60%, melalui kegiatan job fair baik di dalam kampus maupun di luar kampus sebesar 32%, melalui koneksi orang tua / keluarga sebesar 7%, melalui Perbanas Carreer Center (1,55%). Lulusan STIE Perbanas juga merupakan lulusan yang cepat memulai mencari kerja.

Lulusan STIE Perbanas lebih banyak menduduki posisi sebagai staf sebesar 89%, sedangkan untuk level middle seperti manajer hanya sekitar 11% .


II.                PENGGUNA DUNIA INDUSTRI (DUDI)

Tracer study dari sisi pengguna tahun ini dilakukan dengan memberikan kuesioner kepada pengguna mengenai beberapa hal yang terkait penilaian kinerja lulusan. Terdapat 16 hal yang terkait dengan penilaian lulusan di mata pengguna.

Setiap pertanyaan dinilai oleh pengguna dari sisi tingkat kepentingan dan tingkat kepuasan. Tingkat kepentingan menunjukkan penilaian pengguna apakah kriteria tertentu mengenai lulusan tersebut dianggap penting oleh pengguna atau tidak. Tingkat kepuasan menunjukkan sudut pandang pengguna apakah lulusan memberikan kinerja yang baik terkait dengan kriteria tertentu.

Survey kepuasan pengguna ini dilaksanakan dengan perolehan responden yang didapat sebanyak 52 (Lima puluh dua) RESPONDEN

Berdasarkan penjelasan tracer study tahun ini bahwa kejujuran merupakan kriteria yang perlu mendapat perhatian lebih karena merupakan prioritas pertama bagi semua pengguna (perbankan, pemerintah, BUMN dan lain-lain). Akan tetapi, ternyata nilai kejujuran belum memenuhi harapan semua pengguna. Hal ini bisa diatasi dengan adanya pemberian hukuman bagi mahasiswa yang ketahuan tidak jujur.

Nilai kedisiplinan juga perlu diperhatikan karena belum memenuhi harapan pengguna (kecuali pemerintah). Nilai profesionalisme juga masih belum memenuhi harapan bagi semua pengguna. Nilai etika juga belum memenuhi harapan semua pengguna. Nilai kedisiplinan, profesionalisme dan etika dapat ditingkatkan dengan pemberian peraturan yang lebih tegas bagi mahasiswa.

Untuk penilaian kriteria bagi pengguna perbankan perlu diperhatikan lebih lanjut karena semua kriteria berada di bawah harapan pengguna. Untuk pengguna dari sisi pemerintah, 50% kriteria telah memenuhi harapan pengguna dan sisanya masih belum memenuhi harapan pengguna. Bagi pengguna BUMN dan lain-lain (selain perbankan, pemerintah dan BUMN) sudah lebih dari 50% kriteria yang memenuhi harapan pengguna.


Response Rate Pengguna Tahun 2015, 2016 dan 2017

Perbanas Career Centre berharap hasil penelitian periode 2017 ini dapat memberikan kontribusi dan masukan bagi semua pihak, khususnya STIE Perbanas Surabaya sebagai lembaga pendidikan di dalam merancang program dan kurikulum serta menciptakan lingkungan akademis maupun non akademis yang lebih mendukung terciptanya lulusan yang berkualitas dari segi hard skill, soft skill dan life skill.

 

Daftar Kuesioner

Kuesioner Pengguna [unduh di sini]

Kuesioner Tracer Study alumni  MM- Fix [unduh di sini]

Kuisioner Alumni 2017 [unduh di sini

 

 

Alamat Kampus

  • Kampus 1: Jl. Nginden Semolo 34-36 Surabaya
  • Kampus 2: Jl. Wonorejo Timur 16 Surabaya
  • Telp. 031-5947151, 031-5947152 Fax. 031-5935937
  • Hotline Telp/SMS/WA: 0858 9597 9800
  • email: [email protected]
Anda disini: Beranda