STIE Perbanas Surabaya

Menu
Jumat, 29 September 2017 10:20

Undang-Undang Whistleblower System Upaya Cegah Praktik Korupsi

 
Maraknya kasus korupsi di Indonesia akhir-akhir ini sontak membuat geram masyarakat. Terlebih, operasi tangkap tangan (OTT) yang terjadi di tingkat Pusat hingga Daerah. Untuk mencegah meningkatnya kasus korupsi di Indonesia, Pusat Penelitian dan Pencegahan Kejahatan Kerah Putih STIE Perbanas Surabaya bersama Association of Certified Fraud Examiner (ACFE) Indonesia Chapter – East Java Region, menggelar Seminar Nasional "Penerapan Whistleblower System Dalam Menanggulangi Tindak Korupsi di BUMN dan BUMD" pada Kamis, 28 September 2017.
 
Bertempat di Hotel JW Marriot Surabaya, kegiatan ini diikuti pejabat BUMN maupun BUMD, Pejabat sektor publik, praktisi, hingga akademisi. Ketua Pusat Penelitian dan Pencegahan Kejahatan Kerah Putih STIE Perbanas Surabaya, Prof. Dr. Drs. R. Wilopo, Ak., M.Si., CFE., menuturkan kegiatan ini bertujuan mensosialisasikan implementasi Whistleblower system guna meminimalkan praktik korupsi di lembaga pemerintahan maupun non-pemerintahan. ”Whistleblower system merupakan orang atau pihak yang berani mengungkapkan kejahatan penyalahgunaan kekayaan negara/organisasi. Masyarakat umum lebih mengenal dengan tindakan korupsi,” jelasnya.
 
Pihaknya turut mengajak Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pertamina, Dirjen Pajak, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Mahkamah Agung (MA), Kejaksaan, hingga Kepolisian untuk menyusun kebijakan terkait whistleblower system untuk diajukan menjadi Undang-Undang. Hal tersebut sudah diterapkan di sejumlah negara maju yang kasus korupsinya hampir tidak ada, seperti Singapura, Malaysia, China, Amerika Serikat, Australia, dan beberapa negara lainnya.
 
Rencananya, di tahun 2018 (ACFE) Indonesia Chapter akan menggelar workshop tentang whistleblower system bagi inspektorat tingkat II di tiga wilayah Indonesia, yakni Indonesia Barat, Indonesia Tengah, dan Indonesia Timur. ”Harapannya, undang-undang whistleblower bisa diterapkan di Indonesia sehingga tindakan korupsi dapat diminimalkan. Selain itu, semua pihak juga harus saling kerjasama untuk melakukan pencegahan tindakan korupsi, mulai dari pemerintah, legislatif, perguruan tinggi, maupun swasta. Semua harus memiliki perilaku yang baik dalam praktik pencegahan korupsi,” harapnya. 
Bank BRI

 

Alamat Kampus

  • Kampus 1: Jl. Nginden Semolo 34-36 Surabaya
  • Kampus 2: Jl. Wonorejo Timur 16 Surabaya
  • Telp. 031-5947151, 031-5947152 Fax. 031-5935937
  • Hotline Telp/SMS/WA: 0858 9597 9800
  • email: [email protected]
Anda disini: Beranda